RSS Feed

"Mas, Adhik kerja dulu yaaa..."

image

08.31. 

"Mas, Adhik kerja dulu, ya", kata perempuan berbaju merah, usai berdandan tanpa make up di depan cermin yang tergantung indah di sudut ruangan. Perutnya yang gendut senyatanya tak mengurangi aura kecantikannya yang sederhana itu. 

 

Penuh cinta dan takzim, ia mencium tanganku. Lalu ia keluar dari kamar penuh kenangan yang kami bersamai lebih dari 11 tahun ini.

Kemana perempuan sederhana itu beranjak bekerja? Tidak jauh-jauh kok, hanya beranjak beberapa langkah ke ruangan bagian depan rumah. Disana beberapa karyawan telah menunggu. Jika datang semua, jumlahnya bisa belasan orang. 

 

Kini, aku pun mendengar suaranya, berdiskusi seru dengan para penjahitnya, menerima dan merekap order, membagi pekerjaan, konsultasi desain kerjaan, pun memandu QC. Terkadang bahkan terdengar lembut suaranya, menjadi 'psikolog' gratis bagi curhat problematika rumah tangga karyawannya. Sesekali terdengar tawa renyah ibu-ibu di depan. Ditingkah canda, rengek dan tangis anak2 kecil yang lucu itu. Ah, iya, sebagian karyawan itu membawa serta anak2 mereka yang masih balita, bahkan bayi. 

 

Ah, ia perempuanku. Masih sama seperti tatkala belasan tauh lalu saya pertama mengenalnya. Sebenarnya, kurang lebih, inilah keluarga yang aku dulu pernah mimpikan. Memiliki perempuan shalihah yang cerdas (dulunya dia wisudawan terbaik) yang tidak sekedar full time mother, sepenuh waktu bisa mengurus rumah tangga, mendidik dan memandu anak-anak dengan kesabaran serta semangat luar biasa. 

 

Ia juga kreatif dan bersemangat baja berwirausaha. Mencipta lapangan kerja. Menggali mata air yang mengalirkan rizki. Tidak sekedar bagi keluarga kecil kami, tatapi juga para penjahit, reseller, hingga kolega ekspedisi yang membersamai kami menjemput rizki barakah di jalan perniagaan ini. Meski masih serupa usaha rumahan yang sederhana.

Berharap semua tidak sekedar sama seperti hari ini, tapi menjadi jaauuuuh lebih indah dan barokah.  Keluarga kami pun masih terasa sangat bersahaja. Barangkali, tidak perlu lah menjadi inspirasi. Cukuplah kami membisik-bangun kebersamaan yang indah, berusaha menjadi pembelajar sejati, untuk menjadi yang ber "ahsanu 'amala", menebar lebih banyak manfaat bagi lebih banyak umat. 

 

Aaah, sungguh maka nikmat Tuhan mana lagi yang akan didustakan?Alhamduliillah, 'ala kulli haal, wis pokoke alhamdulillah. Kami di sini, di workshop Hanindafin.com, di Kawasan Tembalang Semarang. Nggombal sepenuh hati, mempersembahkan gordyn, home set, sprei dan bed cover yang cantik, eksklusif dan berkualitas dengan sepenuh hati. Semoga Allah senantiasa memberkahi......(Gombalist; Manusia Setengah Dosen)

Sat, 14 Mar 2015 @09:56

Produk baru
Paprika Concept
fresh from Hanindafin
ekspedisi

beli indonesia

 

facebook
pengunjung

Histat

dapurnya hanindafin

Hanindafin on Facebook

Copyright © 2018 Hanindafin · All Rights Reserved