Ayah, Ibu...Jangan Marah, Bagimu Surga !!!

image

‘Anak Anda kelewat kreatip sampai bikin berantakan,kelewat aktif sampai susah dikendalikan, kelewat pinter sampai mendebat, kelewat curious sampai terlalu banyak nanya atau bahkan cengeng, gampang nangis, rewel dan susah diatur???

Ah itu sih soal biasa.

Yang enggak biasa itu tatkala kita bisa menjaga diri tetep happy, positif, dan bersemangat menghadapinya. Enggak pakai bete, jengkel, mangkel, bahkan marah hingga kita meneriakkan kata-kata kasar, caci maki, bahkan umpatan (semoga tidak jadi kutukan yang ampuh kayak kisah Si Malin Kundang). Hehehehe...itu barrruuuu rrruuaaarrrr biasaaaaa.

Enggak gampang lho, karena hadiahnya surga…Kalo gampang paling hadiahnya jam dinding, panci, setrikaan, atau paling banter voucher isi ulang pulsa senilai 10ribu….hehehe…

Ya, nggak gampang karena hadiahnya surga. Anak2 hebat yang dipandu tumbuh kembangnya tanpa amarah, akan bertumbuh menjadi generasi terbaik,  yang Insyaallah akan mengangkat derajat kita di sisi Tuhan. Beda banget sama anak2 yang dibesarkan dengan caci maki, amarah, umpatan dan kawan-kawannya. Beeeeuuuhhhh…mereka pasti akan piawai sekali menirukan, dan mengaplikasikan untuk ‘menyemprott’ temen2 mainnya.

Ingat, bahwa teladan negatif kita akan mudah sekali diimitasi. Jangan lupakan bahwa anak kecil itu adalah peniru terhebat. “Jangan khawatirkan anak2 kita tidak mendengarkan apa kata kita. Tapi khawatirlah bahwa mereka adalah penitu paling ulung untuk setiap laku kita”. Mari khawatir bersama2, terutama ketika kita merasa laku kita masih banyak yang 'belum beres'....hehehehe.

Nah, tentang amarah, sungguh bukan sekedar soal socuial learning process negatif bagi anak, tapi juga soal luka2 psikologis yang tergores. Sambungan2 saraf yang sedianya bakal mencerdaskan anak, akan rusak pupus, dan hancur berkeping2. Iiiih…ngeri yaa…marah orang tua  terkadang menjadi pengalaman traumatis yang menggores ruang batin buah hati kita. So, be carefull, be wise, and be smart.

O iya, ini ada kisah inspiratif yang saya ambil dari catatan ayahedy…Sila, cek id out..

 

Suatu hari ada seorang ibu yang bersifat pemarah dan sering memarahi anaknya.

Lalu ia betekad untuk mengurangi marahnya lalu si ibu tadi datang menemui Sang Kakek bijak, setelah mendengarkan semua cerita si ibu lalu sang kakek bijak memberikan sekantong paku dan mengatakan pada si ibu itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah...

Hari pertama ibu itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah....

Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang....

Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar...

Akhirnya tibalah hari dimana ibu tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya secara penuh dan tidak lagi cepat kehilangan kesabarannya...

Dia memberitahukan hal ini kepada sang Kakek bijak, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari penuh dimana dia tidak marah....

Hari-hari berlalu dan si ibu itu akhirnya memberitahu sang kakek bijak bahwa semua paku telah tercabut olehnya...

"Lalu sang kakek menuntun ibu tersebut ke pagar..……."Hmm....? Kamu telah berhasil dengan baik anakku...,..tapi, lihatlah lubang-lubang bekas paku ini, kayu pagar ini ,tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, "

"ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan pada anakmu.….. "

"Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini... di hati anakmu dan orang lain".

"Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu... tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf.... Luka itu akan tetap ada.……"

"Dan tahukah kamu bahwa luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik bahkan lebih sakit lagi karena terus tersimpan di batin bawah sadar anakmu ...."

 

Naaah, sudah understand kan??? Masih mau marah pada buah hati kita??? apa hebatnya??? padahal mereka buah hati kita??? Lalu, apakah semuanya lantas selesai dan menjadi lebih baik dengan amarah???

And then...saya pun jadi selalu teringat hapalan anak2 saya di sekolah, yang rajiiin banget diulang2 di rumah ketika mereka masih TK. “Laa taghdhob. Walakal jannah….Jangan marah, bagimu surga”….Ya, surga…Mauuuu???Mauu kaan? Yuk, maree kita berbenah perbaiki diri....

 

21.36 Tembalang, Medio Maret 2015

Achmad M Akung; Gombalist; Manusia ½ Dosen

 

 

Courtessy web ressource www.ayahkita.blogspot.com Pisc @Spramuning

Tue, 17 Mar 2015 @21:31

ekspedisi

beli indonesia

 

facebook
pengunjung

Histat

dapurnya hanindafin

Hanindafin on Facebook

Copyright © 2018 Hanindafin · All Rights Reserved